Sumsel.co – Kericuhan pecah di pintu gerbang Sekolah Dasar Islam Pembangunan (SDIP) Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (6/6/2026) siang.
Kericuhan ditenggarai oleh puluhan orang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta berupaya masuk secara paksa ke lingkungan sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada jam sekolah ketika para siswa masih mengikuti kegiatan pembelajaran. Petugas keamanan sekolah disebut sempat berupaya menghalau massa yang hendak masuk ke area sekolah.
Ironisnya, kejadian tersebut dipantau oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar.
Insiden tersebut mengakibatkan arus lalu lintas di depan SDIP Pamulang sempat mengalami gangguan akibat kerumunan massa dan aktivitas warga yang berkumpul di sekitar lokasi.
Selain itu, seorang warga yang berupaya membantu menghalau massa dilaporkan mengalami cedera serius pada bagian jari. Korban mengalami luka cukup parah hingga dikabarkan harus menjalani tindakan amputasi pada jarinya.
Menanggapi kejadian tersebut, perwakilan Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Andi Syafrani, menyebut peristiwa yang terjadi merupakan bentuk penyerbuan terhadap Sekolah Islam Pembangunan yang dikelola yayasan.
"Saya, Andi Syafrani, mewakili Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) Jakarta menyampaikan bahwa hari ini, Kamis 6 Juni 2026, telah terjadi penyerbuan pihak UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terhadap Sekolah Islam Pembangunan yang dimiliki oleh Yayasan Syarif Hidayatullah," kata Andi dalam pernyataan resminya.
Menurut Andi, tindakan tersebut merupakan kejadian kedua setelah sebelumnya Madrasah Pembangunan disebut telah diambil alih secara paksa oleh pihak UIN Jakarta.
YSH mengaku mengutuk tindakan tersebut karena dilakukan secara berkelompok dan berlangsung ketika siswa masih menjalani kegiatan belajar.
"Efeknya, anak-anak histeris, orang tua yang mau menjemput anak panik, guru-guru yang mengajar kaget, bahkan warga yang berlalu-lalang di depan jalan sekolah ikut terganggu. Yang lebih mengerikan adalah puluhan orang tersebut memaksa masuk dan telah merusak pagar sekolah," ujarnya.
Andi juga menegaskan bahwa status kepemilikan Yayasan Syarif Hidayatullah yang diklaim oleh UIN Jakarta masih menjadi objek sengketa hukum dan belum memperoleh putusan berkekuatan hukum tetap.
Menurutnya, pihak yayasan saat ini sedang menempuh jalur hukum melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan Pengadilan Negeri guna mendapatkan kepastian hukum atas persoalan tersebut.
"Klaim pihak UIN Jakarta bahwa YSH adalah milik UIN masih dalam sengketa yang belum diputus di pengadilan. Kami dari YSH saat ini sedang menempuh upaya hukum di PTUN dan juga Pengadilan Negeri untuk memberikan kepastian hukum terkait situasi ini," katanya.
YSH juga memastikan kegiatan belajar mengajar di Sekolah Islam Pembangunan tetap berjalan normal dan meminta orang tua siswa untuk tidak khawatir terhadap proses pendidikan anak-anak mereka.
"Kami meyakinkan kepada seluruh orang tua siswa bahwa pendidikan kepada anak-anak didik di SIP tetap berjalan normal seperti apa adanya. Apalagi saat ini sebagian siswa sedang menghadapi ujian," ujar Andi.
Sementara itu, Kuasa hukum UIN Jakarta, Alwanih membantah adanya kegaduhan yang menyebabkan terganggunya kegiatan belajar mengajar.
Dia mengatakan kegiatan visitasi di sejumlah lembaga pendidikan yang berada dalam proses integrasi ke UIN Jakarta berjalan lancar. Menurutnya, kendaraan para wali murid yang melakukan penjemputan telah meninggalkan lingkungan sekolah saat kegiatan dilakukan.
Masih kata Alwanih, kegiatan ini juga untuk sosialisasi implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1543 Tahun 2025 tentang Pedoman Integrasi Satuan Pendidikan Yayasan ke dalam Badan Layanan Umum (BLU) UIN Jakarta.
”Kondisi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran dan penjemputan siswa telah selesai sehingga tidak ada gangguan terhadap kegiatan akademik sebagaimana yang dituduhkan sejumlah pihak," katanya.