Sumsel.co – Provinsi Sumatra Selatan kembali mencatatkan capaian ekspor sektor perkebunan. Sebanyak 95.400 butir benih kelapa sawit berhasil dikirim ke Peru, menandai penetrasi komoditas unggulan daerah tersebut ke pasar Amerika Latin.
Pengiriman benih kelapa sawit tersebut dilakukan melalui Satuan Pelayanan Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada Minggu (18/1/2026) setelah seluruh persyaratan karantina dan administrasi ekspor dinyatakan terpenuhi.
Kepala Balai Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, menyampaikan bahwa benih yang diekspor telah melalui tahapan pemeriksaan dan sertifikasi sesuai ketentuan negara tujuan.
“Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan benih bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Marasmius sp. yang menjadi persyaratan otoritas Karantina Peru,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
Ia menjelaskan, proses karantina meliputi pemeriksaan dokumen, pengecekan fisik benih, hingga pengujian kesehatan berdasarkan standar karantina tumbuhan. Selain itu, komoditas yang dikirim juga telah mengantongi izin impor (import permit) dari otoritas terkait di Peru.
Menurut Endah, kepatuhan terhadap persyaratan teknis negara tujuan menjadi faktor penting untuk menjaga kelangsungan ekspor dan memperkuat kepercayaan pasar global terhadap produk asal Sumsel.
“Karantina Sumsel memastikan setiap komoditas ekspor, termasuk benih kelapa sawit, memenuhi persyaratan kesehatan tumbuhan negara tujuan,” jelasnya.
Sementara itu, data Dinas Perkebunan Sumsel tahun 2022 mencatat terdapat 43 produsen benih kelapa sawit yang tersebar di berbagai daerah. Rinciannya meliputi Palembang sebanyak 1 produsen, Banyuasin 16 produsen, Musi Rawas 4 produsen, Musi Banyuasin 5 produsen, Kabupaten Ogan Komering Ilir 7 produsen, Lubuk Linggau 3 produsen, serta sejumlah wilayah lainnya di Sumatra Selatan.