Sumsel.co – Himpunan Aktivis Muda Sumatera Selatan (HAMASS) menyoroti dugaan penyimpangan dalam penyaluran kredit yang berujung pada kredit macet di Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Pembantu Bandara Mas pada tahun 2023.
Ketua HAMASS, Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa kasus dugaan korupsi di sektor perbankan, khususnya yang berkaitan dengan kredit macet dan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR), perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.
Menurutnya, program kredit yang digulirkan pemerintah sejatinya bertujuan membantu pelaku usaha kecil dan masyarakat dalam meningkatkan perekonomian. Namun, ia menduga terdapat praktik yang menyebabkan dana kredit tidak disalurkan sesuai ketentuan.
Baca Juga: Cita-Cita Ferry Kadi Berdayakan UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
HAMASS menduga sejumlah pinjaman kredit diajukan atas nama beberapa perusahaan dengan nilai plafon mencapai sekitar Rp10,9 miliar. Pengajuan tersebut disebut dilakukan melalui kuasa direktur maupun langsung oleh direktur perusahaan terkait, dengan total sekitar 40 rekening kredit.
Selain itu, HAMASS juga menyoroti adanya dugaan keterkaitan atau afiliasi kekeluargaan di antara sejumlah perusahaan penerima fasilitas kredit tersebut.
Rahmat menilai terdapat dugaan pemberian kelonggaran dalam proses persetujuan kredit sehingga sejumlah perusahaan yang seharusnya tidak memenuhi persyaratan tetap memperoleh pencairan dana pinjaman.
Baca Juga: Cita-Cita Ferry Kadi Berdayakan UMKM sebagai Penggerak Ekonomi Daerah
Akibatnya, sejumlah kredit tersebut diduga mengalami kemacetan dengan nilai mencapai sekitar Rp9,5 miliar yang hingga kini disebut belum tertagih.
"Kami sangat prihatin. Di satu sisi masyarakat kecil yang benar-benar membutuhkan akses permodalan sering menghadapi berbagai persyaratan yang ketat. Namun di sisi lain, muncul dugaan adanya praktik penyimpangan dalam proses pencairan kredit," ujar Rahmat.
Sebagai bentuk tindak lanjut, HAMASS menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dalam waktu dekat guna melaporkan dugaan kasus tersebut.
HAMASS juga mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap dugaan kredit macet yang terjadi di BSB Capem Bandara Mas dan mengusut pihak-pihak yang terbukti terlibat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Bank Sumsel Babel maupun aparat penegak hukum terkait tudingan yang disampaikan HAMASS tersebut.

