Kasus Dugaan Penipuan Kerja di Kamboja, Herman Deru Minta Warga Sumsel Waspada

Jumat 20 Feb 2026, 09:44 WIB
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (Sumber: Istimewa)

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (Sumber: Istimewa)

Sumsel.co - Herman Deru menegaskan belasan warga Sumatera Selatan yang diduga terlantar saat bekerja di Kamboja harus segera diselamatkan. Pemerintah Provinsi Sumsel kini memprioritaskan pemulangan dan keselamatan para warga tersebut.

Informasi yang diterima Pemprov menyebutkan para korban diduga berangkat karena tergiur tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji besar. Namun setibanya di Kamboja, mereka mengaku menjadi korban penipuan hingga terlantar.

Deru menyampaikan pihaknya telah menggelar koordinasi bersama aparat penegak hukum dan kepolisian untuk membahas tindak lanjut persoalan ini.

"Hari ini sudah rapat dengan seluruh APH, dengan Polda. Sebab dari sebagian case, sebagian orang sudah ada yang pulang, dari sebagian mereka yang bekerja di Kamboja," ujar Deru, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, status keberangkatan para warga tersebut, baik legal maupun ilegal, bukan menjadi fokus utama saat ini. Pemerintah daerah, kata dia, lebih mengutamakan upaya penyelamatan.

"Jadi kita tidak melihat dia legal atau ilegal. Yang penting ini warga Sumsel, WNI yang harus kita selamatkan. Apakah dia di sana dia ketipu atau dipaksa, itu urusan lain. Kalau ada pidananya nanti pihak kepolisian yang menangani, jika ada tindakan pelanggaran atau perlakuan yang tidak baik," ungkapnya.

Ia menambahkan, jika ditemukan unsur pidana atau pelanggaran hukum dalam kasus tersebut, maka proses penanganannya akan diserahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.

Selain itu, Deru mengingatkan masyarakat Sumsel agar lebih waspada terhadap tawaran kerja di luar negeri. Ia menekankan pentingnya memastikan legalitas perusahaan atau pihak yang merekrut tenaga kerja.

Hal tersebut, menurutnya, untuk mencegah praktik kerja ilegal maupun pekerjaan yang melanggar norma hukum dan moral.

"Boleh kerja di luar negeri, tapi perhatikan juga diajak siapa. Dikhawatirkan bekerja bukan hanya ilegal, tapi juga bekerja di tempat yang melanggar hukum, mengabaikan norma-norma moral. Kan banyak kejadian ABG, perempuan, bekerja di tempat pekerjaan yang tidak senonoh. Ini harus kita cegah," terangnya.

"Harapan saya, ayo kita sama-sama selalu waspada dan berhati-hati," sambungnya.

Reporter
puji
Editor

Berita Terkait

News Update