Sumsel.co - Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan Andie Dinialdie memberikan klarifikasi terkait rencana pengadaan dua unit meja biliar untuk rumah dinas pimpinan DPRD Sumsel yang ramai diperbincangkan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa hingga kini pengadaan tersebut belum direalisasikan dan masih berada pada tahap usulan awal.
"Saya sudah menghubungi Sekretariat Dewan untuk mengklarifikasi terkait pengadaan barang tersebut. Namun, untuk diketahui bersama semuanya masih tahap perencanaan, belum ada pembelian," ujar Andie, Senin (9/3).
Menurut Andie, dirinya telah berkoordinasi dengan Sekretariat DPRD Sumsel untuk memastikan kebenaran dokumen rencana pengadaan yang beredar. Langkah tersebut dilakukan guna memberikan kejelasan kepada publik mengenai status program tersebut.
Penjelasan itu disampaikan untuk meredakan spekulasi yang muncul di masyarakat terkait dugaan pemborosan anggaran daerah.
Meski begitu, Andie belum memastikan apakah rencana pengadaan tersebut akan tetap dilanjutkan atau justru dievaluasi kembali setelah menuai sorotan dari berbagai kalangan.
Sebelumnya, rencana pengadaan meja biliar tersebut tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang diinput oleh Sekretariat DPRD Sumsel per 7 Maret 2026.
Dalam dokumen tersebut, anggaran untuk pengadaan satu unit meja biliar di rumah dinas Ketua DPRD Sumsel tercatat sebesar Rp151 juta.
Sementara itu, satu unit lainnya direncanakan untuk rumah dinas Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam dengan alokasi anggaran sebesar Rp335,9 juta.
Jika digabungkan, total nilai rencana pengadaan dua unit meja biliar tersebut mencapai Rp486,9 juta.
Andie yang juga menjabat Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia menyebutkan fasilitas tersebut tidak hanya diperuntukkan sebagai sarana hiburan di rumah dinas pimpinan dewan.

