Disorot Rektor UIN Jakarta, Kericuhan di SDIP Pamulang Sebabkan Satu Warga Cacat Permanen

Jumat 05 Jun 2026, 00:25 WIB
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar berada di lokasi ketika kericuhan di SDIP Pamulang terjadi. (Sumber: Istimewa)

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar berada di lokasi ketika kericuhan di SDIP Pamulang terjadi. (Sumber: Istimewa)

Sumsel.coKericuhan pecah di pintu gerbang Sekolah Dasar Islam Pembangunan (SDIP) Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (6/6/2026) siang.

Kericuhan ditenggarai oleh puluhan orang dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta berupaya masuk secara paksa ke lingkungan sekolah.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada jam sekolah ketika para siswa masih mengikuti kegiatan pembelajaran. Petugas keamanan sekolah disebut sempat berupaya menghalau massa yang hendak masuk ke area sekolah.

Ironisnya, kejadian tersebut dipantau oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof. Asep Saepudin Jahar.

Insiden tersebut mengakibatkan arus lalu lintas di depan SDIP Pamulang sempat mengalami gangguan akibat kerumunan massa dan aktivitas warga yang berkumpul di sekitar lokasi.

Selain itu, seorang warga yang berupaya membantu menghalau massa dilaporkan mengalami cedera serius pada bagian jari. Korban mengalami luka cukup parah hingga dikabarkan harus menjalani tindakan amputasi pada jarinya.

Menanggapi kejadian tersebut, perwakilan Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Andi Syafrani, menyebut peristiwa yang terjadi merupakan bentuk penyerbuan terhadap Sekolah Islam Pembangunan yang dikelola yayasan.

"Saya, Andi Syafrani, mewakili Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) Jakarta menyampaikan bahwa hari ini, Kamis 6 Juni 2026, telah terjadi penyerbuan pihak UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terhadap Sekolah Islam Pembangunan yang dimiliki oleh Yayasan Syarif Hidayatullah," kata Andi dalam pernyataan resminya.

Menurut Andi, tindakan tersebut merupakan kejadian kedua setelah sebelumnya Madrasah Pembangunan disebut telah diambil alih secara paksa oleh pihak UIN Jakarta.

YSH mengaku mengutuk tindakan tersebut karena dilakukan secara berkelompok dan berlangsung ketika siswa masih menjalani kegiatan belajar.

"Efeknya, anak-anak histeris, orang tua yang mau menjemput anak panik, guru-guru yang mengajar kaget, bahkan warga yang berlalu-lalang di depan jalan sekolah ikut terganggu. Yang lebih mengerikan adalah puluhan orang tersebut memaksa masuk dan telah merusak pagar sekolah," ujarnya.

Reporter
Admin
Editor

Berita Terkait

News Update