Sebagai bagian dari antisipasi kepadatan kendaraan, kapasitas pelayanan di Gerbang Tol Kramasan turut ditingkatkan. Jumlah gardu transaksi yang sebelumnya empat unit kini menjadi enam gardu, terdiri dari tiga gardu masuk dan tiga gardu keluar.
Selain itu, sejumlah fasilitas juga disiapkan untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik. Di antaranya penyediaan 5.000 kartu uang elektronik, layanan isi ulang saldo tol, empat unit mobil derek yang ditempatkan di dua posko, serta delapan tim pemeliharaan jalan yang bersiaga mulai 11 Maret hingga 1 April.
Untuk membantu mengurai potensi kepadatan lalu lintas saat mudik, ruas Tol Palembang–Betung yang dikelola Hutama Karya juga akan difungsionalkan secara sementara.
Ruas tol tersebut akan dibuka mulai 13 hingga 29 Maret 2026 setiap hari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dan hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I atau kendaraan pribadi.
Pengguna jalan dari arah Lampung atau Kayuagung menuju Betung dapat melintas hingga Exit Pangkalan Balai. Sementara kendaraan dari arah Betung atau Jambi menuju Lampung dapat masuk melalui Gerbang Tol Pulau Rimau.
Adapun kendaraan dari Palembang menuju Betung dapat mengakses tol melalui Gerbang Tol Pemulutan, sedangkan kendaraan dari arah Betung menuju Palembang dapat keluar melalui Gerbang Tol Palembang pada ruas Tol Indralaya–Prabumulih.
Selama masa operasional fungsional tersebut, ruas Tol Palembang–Betung dapat digunakan masyarakat tanpa dikenakan tarif.
Sabdo menambahkan, percepatan perbaikan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari program peningkatan kualitas jalan tol secara bertahap.
“Secara keseluruhan perbaikan permanen akan kami tuntaskan hingga April 2027,” pungkasnya.

