Sumsel.co - PT Waskita Sriwijaya Tol mempercepat perbaikan ruas Tol Kayuagung–Palembang menjelang arus mudik Lebaran 2026. Pekerjaan yang menjadi fokus utama berada di KM 345 hingga KM 349 dan ditargetkan dapat kembali dilalui secara normal mulai 13 Maret 2026.
Langkah percepatan dilakukan untuk memastikan jalur tol lebih aman dan nyaman dilintasi pemudik saat puncak arus mudik nanti.
Manager Operasional PT Waskita Sriwijaya Tol, Sabdo Hari Mukti, mengatakan pihaknya tengah memprioritaskan penanganan lubang di badan jalan serta penyelesaian konstruksi pada sejumlah titik yang masih menerapkan rekayasa lalu lintas.
“Dalam menyambut arus mudik Lebaran Maret 2026, kami melakukan percepatan-percepatan khusus, mulai dari penyelesaian lubang-lubang di ruas tol hingga percepatan konstruksi di KM 345 sampai KM 349 yang saat ini masih menggunakan sistem contra flow,” ujar Sabdo, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurutnya, proses perbaikan lubang di ruas tol tersebut ditargetkan selesai paling lambat dalam satu hingga dua hari ke depan sehingga kondisi jalan lebih siap saat volume kendaraan meningkat pada masa mudik.
Ia menyebutkan bahwa sebagian besar lubang di badan jalan sebenarnya sudah tertangani, meskipun di beberapa lokasi masih tampak perbedaan tinggi permukaan aspal karena proses perbaikan besar yang belum memasuki tahap akhir.
“Lubang-lubang hampir 100 persen sudah tertutup. Memang ada beberapa titik yang terlihat belum rata karena itu bagian dari perbaikan besar yang sementara belum difinishing, tetapi untuk lubang kami pastikan akan tertangani maksimal saat Lebaran,” jelasnya.
Untuk pekerjaan konstruksi di KM 345 hingga KM 349, metode yang digunakan adalah slab on pile (SOP). Jika pengerjaan berjalan sesuai rencana, maka jalur tersebut akan mulai dapat dilalui pada 13 Maret 2026.
Apabila target tersebut tercapai, rekayasa lalu lintas yang sebelumnya mengarahkan kendaraan ke jalur B dari arah Palembang menuju Kayuagung akan dikembalikan ke jalur A yang dinilai lebih aman dan siap digunakan oleh pengguna jalan.
Pengelola tol juga memproyeksikan peningkatan signifikan volume kendaraan selama periode mudik Lebaran tahun ini. Pada rentang H-10 hingga H+10 Lebaran, diperkirakan sekitar 328 ribu kendaraan akan melintas di ruas Tol Kayuagung–Palembang.
Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 atau 18 Maret 2026 dengan jumlah kendaraan sekitar 20.900 unit. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24 Maret 2026 (H+2) dengan volume kendaraan mencapai sekitar 21.000 unit, atau naik sekitar 65 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal.
Sebagai bagian dari antisipasi kepadatan kendaraan, kapasitas pelayanan di Gerbang Tol Kramasan turut ditingkatkan. Jumlah gardu transaksi yang sebelumnya empat unit kini menjadi enam gardu, terdiri dari tiga gardu masuk dan tiga gardu keluar.
Selain itu, sejumlah fasilitas juga disiapkan untuk mendukung kelancaran perjalanan pemudik. Di antaranya penyediaan 5.000 kartu uang elektronik, layanan isi ulang saldo tol, empat unit mobil derek yang ditempatkan di dua posko, serta delapan tim pemeliharaan jalan yang bersiaga mulai 11 Maret hingga 1 April.
Untuk membantu mengurai potensi kepadatan lalu lintas saat mudik, ruas Tol Palembang–Betung yang dikelola Hutama Karya juga akan difungsionalkan secara sementara.
Ruas tol tersebut akan dibuka mulai 13 hingga 29 Maret 2026 setiap hari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB dan hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I atau kendaraan pribadi.
Pengguna jalan dari arah Lampung atau Kayuagung menuju Betung dapat melintas hingga Exit Pangkalan Balai. Sementara kendaraan dari arah Betung atau Jambi menuju Lampung dapat masuk melalui Gerbang Tol Pulau Rimau.
Adapun kendaraan dari Palembang menuju Betung dapat mengakses tol melalui Gerbang Tol Pemulutan, sedangkan kendaraan dari arah Betung menuju Palembang dapat keluar melalui Gerbang Tol Palembang pada ruas Tol Indralaya–Prabumulih.
Selama masa operasional fungsional tersebut, ruas Tol Palembang–Betung dapat digunakan masyarakat tanpa dikenakan tarif.
Sabdo menambahkan, percepatan perbaikan yang dilakukan saat ini merupakan bagian dari program peningkatan kualitas jalan tol secara bertahap.
“Secara keseluruhan perbaikan permanen akan kami tuntaskan hingga April 2027,” pungkasnya.

