Produk Kelapa dan Lada Hitam Sumsel Tembus Internasional, Nilai Ekspor Capai Rp1,6 Miliar

Rabu 29 Apr 2026, 10:19 WIB
Gubernur Herman Deru melepas ekspor perdana produk UMKM muda Sumsel ke pasar internasional. (Sumber: Istimewa)

Gubernur Herman Deru melepas ekspor perdana produk UMKM muda Sumsel ke pasar internasional. (Sumber: Istimewa)

Sumsel.co - Produk unggulan pelaku usaha muda asal Sumatera Selatan berhasil menembus pasar internasional. Gubernur Sumsel Herman Deru melepas ekspor perdana komoditas turunan kelapa dan lada hitam yang diproduksi komunitas Sultan Muda Sumsel di Pelabuhan Boom Baru, Palembang, Selasa (28/4/2026).

Ekspor tersebut dikirim ke sejumlah negara tujuan, yakni Tiongkok, Taiwan, dan Prancis. Kegiatan ini menjadi dorongan nyata bagi penguatan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Sumsel di pasar global.

Pelepasan ekspor itu juga merupakan bagian dari sinergi untuk mempercepat inklusi keuangan, memperkuat industri jasa keuangan, serta dukungan lembaga karantina terhadap produk lokal berorientasi ekspor.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi keberanian generasi muda Sumsel yang mulai serius memanfaatkan peluang perdagangan luar negeri. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam daerah akan memiliki nilai tambah lebih besar bila diolah secara kreatif dan inovatif.

“Bukan hanya nilai ekspornya yang membanggakan, tetapi langkah nyata dari para pelaku usaha muda. Produk ini sudah lama ada, namun kini mampu menembus pasar global,” ujarnya.

Ia juga meminta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) memberikan kemudahan akses permodalan kepada pelaku usaha muda agar usaha mereka dapat berkembang lebih cepat.

“Saya minta Himbara mendukung permodalan. Tidak hanya berbasis jaminan konvensional, tetapi juga kepercayaan terhadap potensi usaha mereka,” katanya.

Herman Deru menambahkan, komunitas Sultan Muda Sumsel kini beranggotakan 9.008 orang dan diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di daerah.

Komoditas yang diekspor dalam kegiatan tersebut terdiri dari arang batok kelapa sebanyak 46 ton, coconut chips 25 ton, lada hitam 500 kilogram, dan produk olahan kerupuk sebanyak 21 ton.

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat RM Ende Ezeanto yang mewakili Kepala Badan Karantina Indonesia mengatakan total nilai ekspor mencapai sekitar Rp1,6 miliar.

“Sumatra Selatan tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga produk olahan bernilai tambah. Ini menunjukkan potensi besar untuk memperluas pasar global,” ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumsel Arifin Susanto menegaskan dukungan pihaknya terhadap pengembangan kewirausahaan generasi muda di Sumsel.

Menurut dia, pengolahan batok kelapa menjadi briket arang memiliki prospek ekonomi tinggi dan mampu menghasilkan pendapatan hingga ratusan juta rupiah dalam satu kali pengiriman.

“Kegiatan ekspor ini memberikan dampak signifikan bagi perekonomian daerah. Kami akan terus mendukung penguatan kapasitas pelaku usaha muda di Sumatra Selatan,” kata Arifin.

Reporter
puji
Editor

Berita Terkait

News Update