Sumsel.co - Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi menyatakan kesiapan Provinsi Sumatera Selatan dalam menghadapi Angkutan Lebaran 1447 Hijriah sudah berjalan optimal. Pemerintah pusat juga menargetkan perbaikan jalan tol dan jalan nasional di wilayah tersebut rampung paling lambat H-10 sebelum Idulfitri.
“Saya melihat persiapannya sudah sangat baik. Perbaikan jalan, baik tol maupun nasional, menunjukkan progres signifikan dan ditargetkan selesai sebelum puncak arus mudik,” ujarnya.
Berdasarkan proyeksi Kementerian Perhubungan, sekitar 3,8 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan menuju atau melintasi Sumatera Selatan selama periode Lebaran tahun ini. Karena itu, koordinasi lintas sektor menjadi kunci untuk memastikan arus mudik dan balik berlangsung aman serta lancar.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendampingi Menhub dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 yang digelar di Griya Agung, Rabu (25/2). Rakor tersebut turut dihadiri jajaran Forkopimda, Pangdam, Kapolda, Kabinda, Danlanal, Danlanud, serta para bupati dan wali kota se-Sumsel.
Menurut Herman Deru, kehadiran Menteri Perhubungan menjadi momentum penting untuk menyinkronkan kesiapan seluruh moda transportasi, baik darat, udara, maupun perairan, dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat arus mudik dan arus balik.
Rakor juga membahas langkah strategis mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang pesawat serta moda transportasi lainnya. Salah satu fokus utama adalah percepatan perbaikan jalan nasional sepanjang kurang lebih 1.500 kilometer di wilayah Sumsel.
“Kementerian Pekerjaan Umum menjamin seluruh lubang di ruas jalan nasional akan ditutup maksimal H-10 sebelum Lebaran. Ruas prioritas antara lain Musi Rawas, Banyuasin, Musi Banyuasin, serta Palembang–Prabumulih hingga Prabumulih–Lahat,” ujar Herman Deru.
Perhatian khusus diberikan pada ruas Palembang–Betung yang menjadi jalur strategis penghubung kendaraan menuju Jambi dan Aceh. Dari total sekitar 60 kilometer jalur tersebut, terdapat 22 kilometer yang kerap mengalami kemacetan akibat bottleneck dan konektivitas interchange yang belum sepenuhnya optimal.
Pemerintah Provinsi Sumsel berharap optimalisasi ruas Tol Palembang–Betung, Tol Palembang–Indralaya, serta jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera dapat membantu mengurai kepadatan lalu lintas saat puncak arus mudik.
Di sektor perkeretaapian, perlintasan sebidang yang sering memicu kemacetan akibat tingginya frekuensi angkutan batu bara juga menjadi perhatian. Sebagai solusi, disepakati pembangunan empat flyover di sejumlah titik strategis di Muara Enim. Pemprov Sumsel juga meminta dukungan Kementerian Perhubungan untuk mempertegas larangan angkutan batu bara melintas di jalan umum.
Selain infrastruktur jalan dan rel, Sumsel terus mendorong percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pelabuhan Tanjung Carat yang progresnya menunjukkan peningkatan. Pemerintah daerah juga mengusulkan penambahan maskapai penerbangan guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode Lebaran 2026.

