Merasa aspirasinya tidak direspons, massa bergerak melakukan sweeping ke lantai II gedung DPRD Sumsel. Aksi tersebut sempat diwarnai adu mulut antara demonstran dan aparat kepolisian, namun massa tetap melanjutkan sweeping dengan pengawalan ketat dari polisi dan satpam DPRD.
Situasi memanas ketika demonstran mencoba mendekati ruang pimpinan DPRD yang pintunya tertutup rapat dan dijaga aparat keamanan. Polisi bersama petugas keamanan internal tampak berjaga di pintu masuk untuk mencegah potensi kericuhan.
Massa kemudian mengancam akan bertahan di gedung DPRD hingga pimpinan dewan bersedia menemui mereka secara langsung.
“Kami akan tetap berada di DPRD Sumsel sampai pimpinan DPRD menemui kami,” tegas Dodi di hadapan petugas.
Meski sempat terjadi ketegangan, aksi tetap berlangsung kondusif. Aparat kepolisian mengimbau massa agar tidak melakukan tindakan yang dapat merusak fasilitas negara. Hingga berita ini diturunkan, massa masih menunggu kehadiran pimpinan DPRD Sumsel untuk berdialog.

