Sumsel Deflasi 0,04 Persen di Mei 2026, Kenaikan BBM Tekan Komoditas Non-Pangan

Kamis 07 Mei 2026, 15:48 WIB
Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto (Sumber: Istimewa)

Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto (Sumber: Istimewa)

Meski begitu, Wahyu menilai dampak kenaikan BBM terhadap inflasi secara umum masih tertahan. Hal ini disebabkan konsumsi barang industri tidak merata di seluruh lapisan masyarakat, berbeda dengan komoditas pangan yang dampaknya lebih luas.

"Kenaikan BBM, khususnya yang kualitas tinggi, itu lebih banyak dikonsumsi oleh kelompok tertentu. Berbeda dengan pangan, yang kalau naik sedikit saja langsung dirasakan semua masyarakat," jelasnya.

Ke depan, ia mengingatkan potensi tekanan inflasi tetap perlu diwaspadai, terutama jika terjadi kenaikan BBM lanjutan yang diikuti kenaikan harga pangan.

"Kalau nanti BBM naik lagi, dampaknya bisa lebih besar. Yang harus dijaga itu jangan sampai pangan ikut naik bersamaan, karena itu akan sangat terasa bagi masyarakat," tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan, terutama untuk komoditas strategis.

"Pasar itu sangat responsif. Setelah deflasi ini, pelaku usaha bisa saja kembali menyesuaikan harga. Nah ini yang harus diantisipasi agar inflasi tetap terkendali," tambahnya.

Dengan kondisi tersebut, BPS berharap stabilitas harga tetap terjaga agar daya beli masyarakat tidak terganggu di tengah dinamika ekonomi yang berlangsung.

Reporter
puji
Editor

Berita Terkait

News Update