Sumsel.co - Penyaluran pupuk subsidi di Provinsi Sumatera Selatan hingga pertengahan Desember 2025 tercatat telah mencapai 304.365 ton atau sekitar 82 persen dari total alokasi 370.695 ton. Capaian tersebut dihitung per 14 Desember 2025 berdasarkan data Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, menyebutkan bahwa capaian penyerapan pupuk subsidi tahun ini dipengaruhi oleh adanya penambahan alokasi, khususnya untuk jenis Urea dan NPK.
“Dengan adanya tambahan alokasi ini, tingkat serapan terlihat belum maksimal. Padahal tanpa tambahan atau realokasi, sebetulnya penyerapan sudah bisa mencapai 100 persen,” katanya di Palembang, Senin (29/12/2025).
Ia menjelaskan, distribusi pupuk subsidi di kabupaten dan kota se-Sumsel belum berjalan merata. Sejumlah daerah masih menunjukkan tingkat penyerapan yang relatif rendah, seperti Kota Pagar Alam sebesar 63,5 persen, Kabupaten Musi Rawas Utara 61 persen, serta Kabupaten Ogan Ilir 59,53 persen. Adapun serapan paling rendah tercatat di Kota Palembang yang baru mencapai 36 persen.
Menurut Bambang, kondisi geografis turut memengaruhi penyerapan di beberapa wilayah, terutama di Kabupaten Ogan Ilir yang masih mengalami genangan air cukup tinggi.
“Menurut Bambang, rendahnya serapan di Ogan Ilir dipengaruhi kondisi genangan air yang masih cukup tinggi sehingga menghambat optimalisasi penggunaan pupuk subsidi di wilayah tersebut.”
Di sisi lain, beberapa daerah justru mencatat penyerapan tinggi. Kota Prabumulih telah merealisasikan penyaluran hingga 100 persen, disusul Kota Lubuklinggau sebesar 92,73 persen dan Kabupaten OKU Timur mencapai 89,12 persen.
“Untuk OKU Timur, kami berharap serapan masih dapat dimaksimalkan dalam sisa waktu sekitar dua minggu ke depan,” jelasnya.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, Dinas Pertanian Sumsel terus memperketat verifikasi data petani melalui Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan), khususnya bagi petani yang memiliki KTP dan lahan pertanian.
Selain itu, pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan stok pupuk subsidi di tingkat distributor dan penyalur tetap aman sepanjang 2025 guna mencegah kelangkaan di lapangan.
Optimalisasi penyaluran pupuk subsidi tersebut diharapkan mampu mendukung peningkatan produksi gabah di Sumsel yang pada 2025 telah berkontribusi sekitar 1,2 juta ton beras untuk surplus nasional.

